Melirik Keistimewaan Masjid Raya Al A’zhom

January 23, 2020 Uncategorized  No comments

Masjid Raya Al A’zhom merupakan bangunan masjid yang termasuk kedalam salah satu masjid kebanggan bagi warga Kota Tangerang. Masjid Raya Al A’zhom ini mempunyai desain yang cukup unik,hal itu dikarenakan bahwa masjid ini memiliki lima kubah besar,maka dengan ini menjadi sebuah ciri khas tersendiri bagi masjid ini. Kemegahan dan juga keunikannya ini juga menjadikan masjid ini termasuk salah satu landmark yang terkenal  di Kota Tangerang.

Melirik Keistimewaan Masjid Raya Al A'zhom

Bangunan masjid ini berada di atas lahan 2,25 hektar dan mempunyai luas bangunan hingga mencapai 5.775 meter persegi ditambah pula tanah yang kini dijadikan lahan parkirnya,yang mempunyai luas hingga 14.000 meter persegi. Dengan ukuran tersebut, maka masjid yang berdiri kokoh di Kota tangerang dan bergaya timur tengah ini tergolong sebagai masjid terbesar yang berada di Kota Tangerang. Masjid ini yang mempunyai dominasi warna yakni biru langit dan juga mampu menampung jamaah hingga 15.000 orang.

Di ruang utama masjid ini juga terlihat ada dua jenis area berbeda. Pertama, area yang mengelilingi ruang utama, ditandai dengan adanya banyak tiang yang berfungsi sebagai penopang pada area tribun. Lalu untuk bagian Kedua, yakni area tengah yang tepat berada di bawah kubah. Area ini sangat lapang karena tidak ada tiang yang menyangga kubah masjid dengan ukuran yang cukup besar tersebut.

Di area tengah tersebut, terlihat sangat jelas kemegahan serta keindahan pada bagian di dalam kubah yang bertuliskan ayat-ayat Al-Quran, yang mana semua itu telah ditorehkan di atas material berwarna coklat muda namun sedikit kekuning- kuningan. Material ini juga nantinya akan berpadu secara serasi dengan dasar lantai yang dibuat dengan bahan dari batu granit berwarna white-star yang didatangkan khusus dari negeri Tirai Bambu Cina. Sebuah kombinasi yang menimbulkan suasana syahdu namun juga terlihat sangat cerah.

Masjid Al A’zhom ini juga mempunyai bangunan kubah dengan ukuran yang cukup besar serta mempunyai keunikan tersendiri dibandingkan dengan masjid pada umumnya,lalu juga masjid ini tak ada tiang penyangganya. Sementara untuk bagian struktur kubah induk yang ada di tengahnya telah ditopang dengan 4 kubah anak yang berbentuk setengah lingkaran yang meringkuk di bawahnya, maka dari itu hal ini menjadi cukup kuat untuk menyangga kubah induknya.

Kubah masjid tanpa ada penyangga ini memiliki diameter cukup besar yakni 63 meter,kubah tersebut tercatat sebagai kubah terbesar yang ada di dunia. Disamping itu juga ke 5 kubah itu juga melambangkan banyaknya rukun islam yang ada 5 serta jumlah sholat wajib 5 waktu.

Sementara itu,untuk bagian luar masjid  ini juga terdapat  4 tiang menara. Adanya simbol ini juga melambangkan ada empat tiang ilmu, diantaranya bahasa Arab, syariah, filsafat dan juga sejarah.

Bentuk menara tersebut ternyata diadopsi dari adanya bangunan Masjid Sultan Salahuddin Aziz Syah yang ada di Kota Kuala Lumpur Malaysia. Pada bagian Ujung menara yang sekilas berbentuk rudal ini ternyata terinspirasi dari bentuk menara Masjid Haqia Shopia (Masjid Biru) yang ada di Kota Istanbul, Turki-sebuah masjid yang merupakan gereja terbesar di Turki pada abad ke VI, saat berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Romawi Timur (Byzantium).

Masjid Raya Tangerang ini mempunyai tinggi menara mencapai 30 meter. Dan juga menyimbolkan sebanyak jumlah 30 juz ayat suci Quran. Sementara untuk ketinggian kuncup menara tersebut menjulang hingga mencapai 6 meter untuk simbol rukun iman ada 6.

Sedangkan di sisi lain bagian dalam terdapat 4 macam kubah anak yang tertulis kaligrafi sangat indah dari penggalan ayat-ayat dari Al Quran yang berada dibagian sisi kubah barat tertulis Surat An Nur pada ayat 35, surah Al Baqarah pada ayat 255, serta surah Al Baqarah pada ayat 284-285. Sementara kubah selatan tertulis Surat At Taubah 105, surah An Nahl 97, surah Ali Imron 112, surah An Nisa 32, serta surah Al An’am pada ayat 132-133.

Selanjutnya untuk kubah timur tertulis juga penggalan ayat dari Surat Al Bayinah pada ayat 5, serta surah Ar Rum pada ayat 30-33. Adapun kubah utara tertulis Surat Al Anbiya 107, surah Al Fath 29 serta surah Lukman pada ayat 17-18. Susunan ayat-ayat tersebut juga disusun sampai 3 baris sedangkan baris keempat pada masing-masing kubah telah diisi tulisan arab Asmaul Husna.

Dan juga ditulis surah Yusuf. Pada bangunan masjid ini telah dilengkapi oleh 4 buah tower dengan masing-masing tinggi mencapai 55 meter yang mana tower ini juga berada di bagian empat sudut bangunan.

Simbol ini memiliki makna sebanyak 4 ajaran islam yakni akidah, akhlak, syariah serta ibadah. Sedangkan untuk menampilkan ciri khas dari Kota Tangerang yang selama ini dikenal sebagai Kota Benteng, maka dibuat juga desain kantilever. sebuah Simbol tersebut berada di atas genteng yang berbentuk benteng disertai oleh banyak lubang berada di tengah untuk tempat meriam di sebuah benteng.

Di halaman masjid terdapat sebuah plaza, taman, dan juga tempat parkir kendaraan. yang semuanya itu dibangun secara persis bernuansa Timur Tengah,yang mana sampai saat ini masih sangat menonjol di area ini, khususnya berada di area taman dan juga bagian plaza. Ini terpancar dari ratusan pot pohon palem yang diatur sejajar dan sejumlah pohon kurma yang memagari sisi kanan-kiri plaza, tepat di hadapan pintu masuk masjid.

Selain itu, arsitek bangunan masjid yang mempunyai tampilan cantik nan indah ini ialah Ir Haji Slamet Wirasonjaya, yang mana beliau merupakan salah satu Guru Besar pada Jurusan Arsitektur kampus ITB. Kemegahan dan juga keunikan dari bangunan masjid ini akhirnya berhasil menjadi daya tarik para pengunjung yang berasal dari berbagai daerah. Apalagi sering menjadi lokasi shooting berbagai acara yang bertema religi di televisi.

Menurut arsitek masjid ini, Prof. Ir. H. Slamet Wirasonjaya, MLA, arsitektur Masjid Al-A’zhom mengacu pada pakem abad XVIII dan XIX. Namun, dalam proses pengerjaan nya  material bangunan ini tidak lagi menggunakan pola pahat melainkan menggunakan proses yang jauh lebih modern, yakni dengan cetakan untuk membentuk ornamen-ornamen pada detail bangunan.

Seperti halnya material ornamen pada bagian mihrab yang mana terletak di muka ruang utama yang tidak lagi ditempa bagian per bagian melainkan diproses dengan menggunakan bahan kimia. Bahan kimia ini juga dapat merontokkan logam dengan bahan dasar kuningan untuk menghasilkan dekorasi yang berbentuk garis-garis geometris.

Disamping itu, juga para warga yang bermukim Kota Tangerang ini juga menjadikan masjid ini sebagai sarana untuk pusat kegiatan keagamaan islam seperti halnya pengajian sejumlah majelis taklim, adanya Kultum setelah shalat fardu, kajian Al Quran, dan Festival Al Azhom serta masih banyak lagi.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>